CERPEN

SI PENDORONG GEROBAK

Pada suatu hari Ali berangkat sekolah dia sering menjumpai orang yang pekerjaannya membersihkan sampah, mengambil dan mengangkut dari bak-bak sampah tetangga. Biasanya dia menjumpai di depan rumahnya, disamping dan juga di depan rumah-rumah tetangga, dan sampah itu dimasukkan dalam gerobak kemudian menariknya untuk dibuang pada tempatnya. Disaat yang sama sambil mengayunkan sepedahnya ali mengikuti dari belakangnya. Tiba-tiba dijalan yang menanjak orang tua itu keberatan menarik gerobaknya dan terjatuh, Ali dari belakang memberhentikan sepedanya langsung menolongnya dan meminta pertolongan pada warga sekitar.

“Pak, tidak apa-apa?
“Apakah baik-baik saja pak? Tanya ali
“Tidak apa-apa nak! Saya baik-baik saja” jawab orang tua itu bangkit dari jatuhnya
Lalu ali menarik tanganya dan membantunya berdiri, kemudian ali membukakan botol minuman dari dalam tasnya.
“Ini pak diminum dulu airnya! Tanya Ali
“Terimkasih Nak! Jawabnya
“Apakah bapak sudah sarapan? Tanya Ali
“Belum nak, terimakasih telah menolongku dan memberiku minum” Jawaban dari orang tua itu.

Sambil Ali membeli makanan untuknya, dia meminta pertolongan kepada tetangga untuk membantu menarik gerobaknya di jalan yang menanjak tersebut. Akhirnya berkat pertolongan warga sekitar, pak tua itu sudah melanjutkan perjalanannya. Tapi Ali masih membeli makanan dan minuman di warung terdekat, Ali mengejarnya dan memberikan makanan dan minuman tadi ke orang tua tersebut.
“Ini pak nasi dan minumannya! Ucap ali
“Terimakasih nak! Jawab orang tua itu.
Orang tua itu tidak langsung memakannya dia hanya meminum saja, dia menggantungkan nasi dalam karung plastik itu di gerobaknya, sepertinya dia memikirkan sesuatu. Ali tidak mengerti, hanya memandang pilu melihat orang tua itu.

“Tidak apa-apa pak bila dimakan langsung! Pinta Ali
“Tidak nak, buat anak saya dirumah! Jawabnya
“Ya pak maaf, saya permisi dulu mau sekolah, izin Ali sambil mengayunkan sepedahnya melewati Pak tua tersebut. Diperjalanan ke sekolah Ali terus memikirkan nasib pak tua tersebut’
“Alhamdulilah Ya Allah, aku dan keluargaku diberi kenikmatan yang cukup. Semoga Engkau selalu memberi kesehatan pada Orang tua ku, Amin
***
Di waktu istirahat sekolah Ali bersepeda dan melihat orang tua tadi, dia sangat penasaran dan mengikuti jalannya pulang. Orang tua itu pun berhenti di sebuah rumah yang kecil beralaskan tanah, yang terlihat agak reot dan terlihat anaknya yang kecil keluar dari pintu rumah kecil itu. Dia seorang anak perempuan kecil, kira-kira berumur 7 tahun, memakai baju yang lusuh karena sudah berapa lama belum dicuci.
“Mana pak makanannya saya lapar? Tanya anak itu
“Ini nak nasinya! jawab orang tua itu kepada anaknya sambil meneteskan air mata
Ali melihat kejadian itu air matanya menetes, menangis tiada henti. Dia pun pun sempat menghampirinya sejenak.
“Pak !!! ucap Ali sambil menjabat tangannya
“Ya nak, terimakasih atas nasinya” Jawab Pak tua
“Ya sama-sama pak, Jawab Ali
“Nak nama kamu siapa? Tanya pak tua
“Ali Ramadhani pak! Jawab Ali
“Bapak namanya siapa? Tanya Ali
“Pak Burhan nak, jawab orang tua itu
“O ya pak, istri bapak dimana? Tanya Ali
“Dia sudah meninggal nak, dua tahun yang lalu
“Anak ini namanya siapa? Apakah anak bapak? Tanya Ali
“Ya ini anak saya, namanya Luluk Ainiyah
“Semoga menjadi anak yang baik ya pak, maaf saya harus kembali kesekolah! Kata Ali sambil menjabat tangannya kembali.
“Ya nak Ali, amin. Semoga Allah juga memberimu kelancaran dalam belajar. Jawab pak tua juga mendoakan Ali

Sambil memutar sepedahnya Ali mengucapkan salam dan langsung kembali ke sekolahnya karena jam ditanganya sudah menunjukkan hampir pukul 10.00 dan waktu istirahat akan habis, maka dari itu ali cepat-cepat dan bergegas membalikkan dan mengayunkan sepedanya menuju ke sekolahnya. Di perjalanan menuju ke sekolah ali teringat sebungkus nasi yang diberikan ke orang tua tadi pagi, nasinya yang belum dimakan tapi dibawa pulang untuk diberikan anaknya.
Di dalam kelas ali pun masih memikirkan nasib orang tua tersebut, ali tidak konsen mengikuti pelajaran karna hatinya masih sedih melihat peritiwa tersebut. Setelah jam pelajaran berganti, kini saatnya mata pelajaran agama. Dia menyempatkan bertanya kejadian tersebut kepada Bapak Kholilurrrahman guru agamanya.

“Pak apa yang harus kita lakukan, jika melihat tetangga kita kesusahan? Tanya ali.
“Ya sebaiknya kita membantunya semampu kita! Jawab Pak Kholil
“Kalau kesusahan makan kita berusaha memberinya makan, termasuk yang kamu tanyakan, orang tua itu adalah tonggak kebersihan di desa ini, sudah tahukan bahwa kebersihan itu sebagian dari iman. Jadi orang tua itu sudah melakukan apa yang diperintah oleh syarat islam.
“Iya pak tadi pagi saya memberinya nasi dan menolongnya bersama warga, pada saat orang tua itu tidak kuat menarik gerobak sampahnya. Jawab ali
“Bagus itu, kamu sudah memberi kebahagiaan pada orang lain. Seru pak Kholil
“Dalam Al-Quran dijelaskan dalam surah QS. Saba: 39 yang artinya: “Katakanlah: Sesungguhnya Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan siapa yang dikehendakiNya. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezki yang sebaik-baiknya. Pak Kholil menjelaskan lebih dalam.

Dan Pak Kholil pun menjelaskan lebih lanjut dalam hadist dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat; barangsiapa memudahkan seorang yang mendapat kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat; dan barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan Akhirat; dan Allah selalu akan menolong hambanya selama ia menolong saudaranya.”[1]
“Terimakasih Pak Kholil atas penjelasannya. Kata Ali
“Sama-sama anak pintar, semoga menjadi anak yang sholeh! Jawab Pak Kholil sambil menepuk pelan pundak Ali.

Sepulang sekolah Ali juga menceritakan kejadian tersebut kepada ayahnya. Dari cerita Ali, ayahnya ingin memberi sarapan kepada orang tua tersebut dan juga anaknya. Keluarga Ali sungguh bahagia karena bisa berbagi dengan orang tua petugas sampah itu. Dan keluarga pak tua itu juga bahagia karena berkat bantuan ayah Ali, jika waktu akan berangkat megumpulkan sampah mereka sarapan dulu sehingga kuat dan semangat menarik gerobak sampahnya ke tempat pembuangan sampah.

Dari niat sucinya, Ali mendapat ranking 1 dari jumlah teman sekelasnya dan ayahnya sukses dalam usahanya serta orang tua tadi bahagia karena berkat jasanya bisa mewujudkan lingkungan yang bersih, indah dan membawa nama baik cinta tanah air di lingkungan desanya tersebut. Disamping itu pak tua mendapat kebahagiaan berupa penghargaan finansial dari pemerintah setempat dan dia terlepas dari kelaparan dan kemiskinan